Pandangan tradisional mempercayai markus sebagai penulis utama injil ini. Tentu saja pandangan ini tidak dapat kita telan bulat-bulat karena pada dasarnya injil ini tidak memberi petunjuk yang cukup terhadap identitas penulisnya. Beberapa pandangan sarjana modern bahkan cenderung lebih mempercayai injil markus sebagai karya sekelompok orang yang mengasosiasikan dirinya dengan markus.

Berdasarkan pengakuan umum,bahwa injil markus merupakan injil yang paling singkat bila dibandingkan dengan injil-injil lainnya.Sanderland telah menetapkan waktu penulisannya pada tahun 70 M (J.T. Sanderland, The Bible-its Growth and Origin, hal.126),tetapi F. Kenyon menetapkannya pada tahun 65 M.

Kita tidak tahu siapakah markus ini,kecuali atas apa yang disampaikan didalam kisah para rasul dan juga surat-suratnya paulus.Bahwa markus pernah beberapa lama bersama dengan petrus sebagai pengikutnya.Dia adalah temannya petrus, yang disebut sebagai anaknya (1ptr 5 : 13),markus memiliki nama lain yaitu yohanes (kis. 12 : 12 dan 25) dan ibunya bernama maria (kis 12 : 12).Ketika paulus dan barnabas kembali ke antiokhia dari perkunjungannya ke yerusalem,markus bergabung dengan paulus (kis 12 : 25).Disini tidak tahu berapa lama antara paulus dengan markus berpisah,hanya pada suatu ketika paulus dan barnabas datang ke salamis,markus muncul lagi sebagai pembantu mereka (kis 13 : 5), tetapi kemudian dia meninggalkan mereka untuk kembali ke yerusalem (kis 13 : 13).Ketika di antiokhia,terjadi perseteruan antara paulus dengan barnabas, ketika paulus mengusulkan untuk melihat keadaan saudara-saudaranya di kota-kota.Tetapi barnabas ingin membawa markus dan akhirnya ajakan barnabas untuk mengajak markus pun mendapatkan pertentangan dari paulus.Akibat dari perseteruan ini,lalu barnabas yang bersama dengan markus pergi ke siprus dan paulus pergi ke syiria dan kilikia,dan disanalah barnabas beserta markus berpisah dengan paulus (Kis 15 : 35 – 39).Dengan membaca kisah tersebut,maka bisa kita cermati bahwa markus pernah menjadi temannya petrus,paulus dan juga barnabas.

Menurut severus, uskup al-ushmunain pada sekitar abad ke-10,markus adalah keponakan barnabas, yang tidak lain merupakan saudara dari istri petrus. Selama mengikuti petrus,tampaknya markus tidak berhasil mendapatkan seluruh informasi dari petrus, contohnya ia tidak menceritakan kisah pembunuhan yohannes pembaptis, suatu peristiwa penting yang terlalu berharga untuk dilewatkan begitu saja, kecuali bila markus tidak tertarik terhadap peristiwa tersebut.Inti pernyataan di atas memastikan bahwa markus bukanlah saksi mata langsung dari kehidupan yesus.

Mengenai kedekatan markus dengan petrus,seorang otoritas tertua tentang kristen yang bernama papias,menyampaikannya sebagai berikut : “Karena menjadi penerjemah petrus,markus secara akurat menulis apa yang diingatnya.Meskipun tanpa mencatat secara teratur (tidak berurutan) atas apa yang dikatakan atau yang dilakukan oleh kristus.Karena dia tidak mendengar langsung dari yesus atau pengikutnya ( yesus).Tetapi setelah itu,seperti yang telah saya katakan,dia mendatangi petrus yang menyesuaikan ajaran-ajarannya untuk kebutuhan pendengarnya tetapi tidak mempunyai mekasud untuk merusak sabda yesus.” (dikutip oleh Hansting’s dalam Encyclopaedia of religion and Ethics,selain itu silahkan juga baca pasal 39 yang ada pada newadvent.org )

Jika kita menganalisa secara kritis pernyataan itu,gambaran yang muncul secara pasti mengungkapkan bahwa injil markus TIDAK didasarkan atas wahyu maupun ajaran-ajaran kristus yang asli,tetapi dasarnya adalah ajaran-ajaran dari petrus (salah seorang dari muridnya yesus).Yang hal itu mengungkapkan bahwa isi dari injil markus tersebut sebenarnya TIDAK didasarkan atas ucapan-ucapan yesus tetapi disesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhan dari para pendengarnya.

Apa yang terjadi diatas,hal tersebut pun diungkapkan oleh Clement dari alexandria,yang mengatakan sebagai berikut: “Sejak markus mengikuti petrus dalam waktu yang lama dan mengingat apa yang telah dia (petrus) katakan,banyak orang memintanya (markus) untuk menuliskan apa yang telah dikatakannya (petrus).Dia (markus) melakukannya dan menyerahkan injil tersebut kepada mereka yang telah memintanya.Petrus mengetahui apa yang ditulis oleh markus,tetapi dengan melihat sikapnya (petrus),tampaknya dia (petrus) tidak menghalangi ataupun mendorongnya (markus).” (Dikutip oleh R.M Grant,dalam The EarliestLives of Yesus, hal. 6)

Berdasarkan isi dan strukturnya, tampaknya injil markus ditujukan kepada audiens berbahasa yunani atau penduduk romawi,atau bahkan si penulis sendiri kemungkinan bukanlah penduduk yudea.Beberapa sarjana sepakat dalam menentukan roma (atau daerah sekitarnya) sebagai tempat penulisan injil ini. Injil markus tidak hanya berisikan sejarah kehidupan yesus,injil ini juga mengandung berbagai ajaran, penafsiran dan arti dari kehidupan yesus. Tampaknya injil ini ditujukan kepada audiens yang belum pernah mendengar kisah Yesus secara utuh.

Injil ini diawali dengan frase “Inilah permulaan injil tentang yesus kristus, anak Allah.” atau dalam bahasa Inggris disebutkan,  “the beginning of the gospel of Jesus Christ,  the son of God.” Beberapa kritik kemudian muncul karena frase “Anak Allah” sempat absen dalam beberapa naskah kuno.Alkitab versi New International Version” memuat catatan kaki yang menyatakan ,”…some manuscrips do not have The son of God”. Skenario paling negatif untuk menjelaskan fakta di atas adalah adanya intervensi Gereja awal untuk mengharmonisasikan injil ini dengan ketiga injil lainnya melalui penyisipan frase “Anak Allah” tersebut.Penggunaan frase “anak Allah” juga dirasa cukup ganjil karena injil ini lebih banyak menggunakan frase “anak manusia” yang mengacu kepada yesus.Injil ini juga cenderung menggambarkan yesus sebagai manusia biasa, bukan sebagai simbol ketuhanan.Kalaupun sempat ditemukan beberapa kecenderungan ke arah tersebut, pemikiran tersebut diduga berasal dari paulus.Tetapi bisa jadi, Gereja melihat bahwasanya harmonisasi dirasa cukup penting untuk dilakukan mengingat injil ini memiliki beberapa ciri utama yang membedakannya dengan injil lain.

Seandainya injil markus ini merupakan catatan asli dari ajaran-ajarannya,pastilah petrus akan memujinya dan menyetujuinya,tetapi pada saat yang sama kegagalan untuk menghalanginya juga tidak secara jelas mendukung pandangan bahwa dia menerimanya.Fenomena aneh ini secara memadai dijelaskan oleh kenyataan bahwa dia memilih diam karena mengkhawatirkan pertikaian yang ada didalam gereja.Bagaimana pun juga,sikap diamnya petrus terhadap injil markus memperlihatkan penolakkannya.

Selain itu,pada Encyclopedia Britannica vol. II halaman 106-118,kita akan menemukan diantara dokumen-dokumen yang dipandang sebagai kitab apokripa (yang dilarang untuk dibaca),yang salah satunya adalah injil atas nama petrus sendiri.Injil petrus dan injil markus tidak memperlihatkan kemiripan sama sekali.Sesungguhnya pilihan yang tepat itu,seharusnya diberikan kepada injil yang ditulis oleh murid yesus sendiri daripada injil yang ditulis oleh orang lain yang hanya berdasarkan kepada ingatannya semata.

Karena adanya pertentangan antara injil petrus dengan injil markus,serta melihat atas sikap gereja yang tidak mampu mempersatukan kedua injil tersebut,yang pada akhirnya pihak gereja menolak injil petrus sebagai non kanon dan dianggap sesat.Dengan adanya alasan semua itu,bagaimana pun juga kenyataan ini tidak bisa lagi ditutup-tutupi bahwa injil markus merupakan injil yang ditulis berdasarkan hasil ingatan dari seorang markus yang selalu menemani petrus dan bukan pula seorang dari muridnya yesus.Selain itu,markus pun tidak menjadikan petrus sebagai satu-satunya sumber, ia juga terpengaruh oleh pemikiran paulus.Bukankah markus pernah melewatkan beberapa waktu lamanya bersama Paulus dalam misinya ?