Yesus selalu dianggap sebagai penggembala domba oleh orang-orang kristen,maka orang-orang yang menjadikan yesus sebagai Tuhannya disebut sebagai domba dan bukan dianggap sebagai kambing,cicak apalagi sebagai kutu.Kenapa para penyembah yesus dianggap sebagai domba? Ada seorang member yang bernama Salvation Army yang menyatakan perbedaan domba dengan kambing lihat kesini,  sebagai berikut :

“Domba selalu melakukan apa yang di kehendaki tuannya, sehingga ia tidak pernah merasa bahwa telah berbuat sesuatu bagi tuannya. Tetapi kambing hanya melakukan apa yang mereka mau, sehingga selalu merasa telah berbuat sesuatu bagi tuannya.

Domba selalu melakukan apa yang di kehendaki tuannya, sehingga ia tidak pernah merasa bahwa telah berbuat sesuatu bagi tuannya. Tetapi kambing hanya melakukan apa yang mereka mau, sehingga selalu merasa telah berbuat sesuatu bagi tuannya.

DOMBA BERKATA: KAPAN KAMI MELAKUKAN SEMUA ITU?
Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? Matius 25:37-39

KAMBING BERKATA: KAPAN KAMI TIDAK MELAKUKAN SEMUA ITU?
Lalu mereka pun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau? Matius 25:44. “

Selain itu,ada pula suatu kisah yang menceritakan bahwa yesus telah bercakap-cakap dengan orang-orang Farisi serta menyatakan bahwa mereka buta, karena mereka tidak mau melihat Terang Dunia. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lubang (Matius 15:14). Oleh karena itu manusia memerlukan seorang Gembala Yang Baik untuk memimpin mereka. Lalu Yesus berbicara mengenai gembala-gembala palsu yang sebenarnya adalah pencuri dan penyamun. Perumpamaan tentang gembala dan kawanan domba itu ditujukan kepada orang-orang Farisi dan Yahudi (Yohanes 10:1-6), tetapi mereka tidak mengerti perumpamaan itu. Lalu Yesus menerangkan perumpamaan itu dalam ayat 7 hingga 18. Ayat 19 hingga 21 mengenai pertentangan yang timbul di antara orang-orang yang mendengar perumpamaan itu.Maka dari kisah itulah digambarkan pada suatu gambar (yang katanya) yesus sedang menggembalakan dombanya (para penyembah yesus).

Pada perikop yang ada, selain domba ternyata ada juga istilah kambing pada :

— Yeh 34 : 17

Dan hai kamu domba-domba-Ku, beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku akan menjadi hakim di antara domba dengan domba, dan di antara domba jantan dan kambing jantan.

Tapi ternyata,penjelasan tentang siapa itu kambing pada ayat seterusnya tidak dijelaskan dan hanya terfokus pada domba.

— Mat 25 : 31 – 34

Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing,dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.

Pada ayat dan pasal selanjutnya,ternyata anak manusia itu tidak bicara ataupun menyampaikan sesuatu apapun pada kambing.

Tidak ada bukti yang akurat,jika seseorang dalam menggembalakan hewan yang bernama “kambing” ternyata susah diatur/tidak patuh kepada yang menggembalakannya ketika sedang digiring dan juga sebaliknya mengenai hewan yang bernama  “domba”. Apa yang ada pada ayat-ayat diatas,siapapun akan menganggap bahwa pernyataan tentang “kambing dan domba” bukanlah dalam artian yang sebenarnya (hewan) tapi sebagai perumpamaan.Meskipun sebagai perumpamaan,tetap saja harus ada kejelasan seperti tentang:

– Siapakah kambing jantan yang dimaksud itu ?

– Siapakah yang akan menghakimi kambing betina?

Ayat diatas tadi,merupakan pengklaiman bahwa yesus sendiri sebagai penggembala yang baik.Tapi nyatanya,hal itu terralat dan terbukti bahwa yesus bukanlah sebagai penggembala yang baik dengan adanya bukti dari ayat-ayat sebagai berikut:

1. Matius 21:12 : “Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan MENGUSIR semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia MEMBALIKKAN MEJA-MEJA PENUKAR UANG DAN BANGKU-BANGKU PEDAGANG MERPATI.”

2. Markus 11:15 : “Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerusalem. Sesudah Yesus masuk ke Bait Allah, mulailah Ia MENGUSIR orang-orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. MEJA-MEJA PENUKAR UANG DAN BANGKU-BANGKU PEDAGANG MERPATI DIBALIKKANNYA.”

3. Lukas 19:45 : “Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia MENGUSIR SEMUA PEDAGANG DI SITU.”

4. Yohanes 2:15 : “Ia MEMBUAT CAMBUK DARI TALI LALU MENGUSIR MEREKA SEMUA dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; UANG PENUKAR-PENUKAR DIHAMBURKANNYA KE TANAH DAN MEJA-MEJA MEREKA DIBALIKNYA.”

5. Lukas 19:27 : “Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari DAN BUNUHLAH MEREKA SEMUA DI DEPAN MATAKU.”

6. Matius 10:34 : “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.”

7. Lukas 12:51 : “Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan.”

Jika yesus memang penggembala yang baik,maka seharusnya dia menjadi orang yang penuh dengan kesopanan,keadilan,dan kelembutan dalam menyampaikan sesuatu dan bukan dengan cara kekerasan.