Lelaki yang mempunyai istri lebih dari satu,sebenarnya hal itu masih tabu bagi masyarakat sekitar kita dan bahkan banyak orang (khususnya wanita) yang jijik dan ada juga yang marah ketika mendengar seorang suami mempunyai istri lebih dari satu.Hal itu wajar-wajar saja,sebab yang namanya istri cinta dari suaminya tidak mau dibagi-bagi dengan perempuan lain.Meskipun perasaan perempuan sepertu itu pada umumnya,janganlah menjadikan permasalahan tentang poligami dianggap salah.Sebab permasalahan tentang poligami sudah tercatat sangat jelas pada alkitab,baik pelaku poligaminya maupun dari jumlah perempuan yang dipoligaminya.

Pada Perjanjian Lama (PL) banyak kita temui,permasalahan tentang masalah poligami (beristri lebih dari satu).Karena ternyata orang yang pertama kali melakukan poligami adalah Lamekh yang mempunyai dua istri yang bernama Ada dan Zila,anda bisa membacanya pada kejadian 4:19.Selain itu,pada PL pun telah memberikan aturan mengenai hukum beristri lebih dari satu sebagaimana yang tercantum pada:

-Ulangan 21:15-16

“Apabila seorang mempunyai dua orang isteri, yang seorang dicintai dan yang lain tidak dicintainya, dan mereka melahirkan anak-anak lelaki baginya, baik isteri yang dicintai maupun isteri yang tidak dicintai, dan anak sulung adalah dari isteri yang tidak dicintai,maka pada waktu ia membagi warisan harta kepunyaannya kepada anak-anaknya itu, tidaklah boleh ia memberikan bagian anak sulung kepada anak dari isteri yang dicintai merugikan anak dari isteri yang tidak dicintai, yang adalah anak sulung.”

-Ulangan 25:5-9

“Apabila orang-orang yang bersaudara tinggal bersama-sama dan seorang dari pada mereka mati dengan tidak meninggalkan anak laki-laki, maka janganlah isteri orang yang mati itu kawin dengan orang di luar lingkungan keluarganya; saudara suaminya haruslah menghampiri dia dan mengambil dia menjadi isterinya dan dengan demikian melakukan kewajiban perkawinan ipar.Maka anak sulung yang nanti dilahirkan perempuan itu haruslah dianggap sebagai anak saudara yang sudah mati itu, supaya nama itu jangan terhapus dari antara orang Israel.Tetapi jika orang itu tidak suka mengambil isteri saudaranya, maka haruslah isteri saudaranya itu pergi ke pintu gerbang menghadap para tua-tua serta berkata: Iparku menolak menegakkan nama saudaranya di antara orang Israel, ia tidak mau melakukan kewajiban perkawinan ipar dengan aku.Kemudian para tua-tua kotanya haruslah memanggil orang itu dan berbicara dengan dia. Jika ia tetap berpendirian dengan mengatakan: Aku tidak suka mengambil dia sebagai isterimaka haruslah isteri saudaranya itu datang kepadanya di hadapan para tua-tua, menanggalkan kasut orang itu dari kakinya, meludahi mukanya sambil menyatakan: Beginilah harus dilakukan kepada orang yang tidak mau membangun keturunan saudaranya.”

Dalam silsilah yesus,anda akan bisa mengetahui nama-nama dari para pendahulunya (leluhurnya) yang ternyata melakukan poligami pula.Adapun yesus sendiri tidak melakukan poligami,karena dirinya pun tidak mempunyai kesempatan untuk menikah dan hal itu bukan berarti yesus menghapus aturan dari musa dan para pendahulunya mengenai poligami sebab memang demikianlah kenyataannya atas apa yang dialami yesus yang hidup dalam keadaan membujang semasa hidupnya.Adapun yesus sendiri tidak mengubah aturan-aturan / hukum-hukum yang dibawa oleh musa  sebagaimana bunyi ayat ini: “Janganlah kamu menyangka, bahw aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.” (Matius 5:17).

Bukti kuat adanya poligami yang sudah dilakukan sebelum masa yesus ternyata bisa anda ambil contoh seperti apa yang dilakukan oleh:

1. Ibrahim mempunyai dua istri, yaitu Sara (Kejadian 11:29-31) dan Hagar (Kejadian 11:29-31). Selain itu, Ibrahim disebut juga punya gundik bernama Kentura (Kejadian 25:1).

2. Yakub punya empat istri, yaitu Lea, Rahel, Bilha dan Zilpa (Kejadian 29:31-32, 30:34, 30:39). Jejak Yakub ternyata ditiru pula oleh anaknya yang bernama Esau, dengan menikahi dua perempuan Kanaan yaitu Ada dan Oholibama (Kejadian 36:2-10).

3. Musa berpoligami dengan mengawini dua istri. Salah satunya bernama Zipora (Keluaran 18:2, Bilangan 12:1).

4. Salomo  mempunyai 700 istri dan 300 gundik (I Raja-raja:1-3). Anak kandung Salomo yang bernama Rehabeam ternyata melakukan apa yang telah ayahnya lakukan (berpoligami). Ia punya 18 istri dan 60 gundik yang memberinya 28 anak laki-laki dan 60 perempuan (2 Tawarikh 11:21).

5. Daud memiliki banyak istri dan gundik, diantaranya Ahinoam, Abigail, Maacha, Hadjit, Edjla, Michal dan Batsyeba (ISamuel25:43-44,27:3,30:5, II Samuel 3:1-5, 5:13, I Tawarikh 3:1-9, 14:3, II Samuel 16:22).

6. Simson kawin beberapa kali (Hakim-hakim 14:10, 16:1-4).

Selama saya mengamati isi alkitab,tidak ada satu ayat pun apalagi pasal yang mengkecam ataupun menganggap salah tentang adanya praktek poligami.Sebab perlu kita ketahui bahwa orang-orang yang melakukan praktek poligami seperti orang-orang yang saya sampaikan sebelumnya merupakan orang-orang yang benar dihadapan Tuhan,seperti:

– tentang daud ternyata Tuhan memberikan penghargaan kepadanya dengan julukan “sebagai orang yang taat kepada Tuhan dan berkenan di hati-Nya” (Kisah Para Rasul 13:22).

– Yakub yang teryata Tuhan sendiri sudah pernah menampakkan dirinya kepada yakub (Keluaran 6:2).

– Tuhan memberikan pujian kepada Lot sebagai orang yang benar dan taat

– Tuhan justru menyayangi Salomo sebagai orang yang sudah dipilih Tuhan sejak bayi menjadi hamba-Nya yang akan mendirikan Bait Allah (I Tawarikh 22:9-10).

Orang yang melakukan poligami hendaknya dia mampu untuk berbuat adil dan mampu dalam hal materi pula,sebab jika tanpa adanya kebijaksanaan dan keadilan dalam membangun rumah tangga ketika berpoligami maka akan terjadi kecemburuan pada istri dan anak-anaknya yang lain dan hal itu akan membuat jauh dari rumah tangga yang harmonis.Dan sah-sah saja bila seorang laki-laki ingin melakukan poligami sebab memang dalam alkitab sendiri pun tidak ada larangan tentang hal itu.Dan adanya poligami setidaknya bisa menolong janda maupun perempuan yang belum menikah baik dari segi kasih sayang maupun materi dan tentunya meraih kebahagiaan dalam hidup.Selain itu,poligami pun bisa menjauhkan seseorang dari perzinahan.

Jika orang yang melakukan poligami dianggap salah dan berdosa,lalu dipandang seperti apakah orang-orang yang melakukan poligami sebelum adanya masa yesus ? Adakah pernyataan yesus didalam injil yang menyatakan keliru ataupun salah bagi orang yang melakukan praktek tentang poligami?