Setiap orang tua,pasti sangat ingin mendapatkan anak.Banyak orang tua melakukan cara untuk bisa mendapatkan anaknya,sebab tanpa kelahiran anak pada suatu keluarga hal itu bagaikan sayur tanpa garam.Apalah gunanya orang tua mempunyai harta melimpah,rumah mewah dan kendaraan berjajar jika dalam pernikahan dikaruniai anak.Jika seorang anak lahir ditengah orang tuanya,maka sangat dipastikan bahwa seorang anak yang lahir ke muka bumi ini akan disirami dengan kasih sayang oleh orang tuanya.Apapun yang anak inginkan,maka dengan cara apapun orang tua akan berusaha untuk memenuhi keinginan anaknya itu demi kebahagian anaknya dan hal itu adalah salah satu wujud dari kasih sayang orang tua kepada anaknya.

Apabila seorang anak sudah tumbuh besar,maka setiap orang tua akan sangat menginginkan anaknya untuk bisa menyekolahkannya sampai jenjang yang tinggi,hal itu diharapkan demi masa depan anaknya supaya cerah dan bahagia dikemudian hari.Tapi tahukah anda,bila pendidikan apapun itu sebenarnya dimulai dari keluarga yang dinaungi oleh kedua orang tuanya? Pendidikan ketika anak masih kecil,sebenarnya orang tualah yang sangat berperan dalam mencetak anak tersebut dalam menggapai masa depan anaknya.Sebab lewat orang tuanyalah,dunia yang asing dikenalkan orang tua kepadanya.

Orang tua yang cinta kepada anaknya,maka dia akan memberikan pendidikan dan juga tauladan yang baik kepada anaknya.Sebab apalah artinya orang tua mencintai anaknya,tapi dalam mendidiknya penuh dengan penyiksaan kepada anaknya.Sebab jika seorang anak dibesarkan dengan penyiksaan ketika masih kecil,hal itu sangat dikhawatirkan dia akan menjadi anak dengan karakter orang yang suka balas dendam dan kurang manusiawi.Sebab dengan adanya penyiksaan kepada anak semasa kecil,hal itu akan mempengaruhi faktor psikologis dan juga sosiologisnya.

Tapi tahukah anda,ternyata dalam cara mendidik anak,alkitab pun mengarahkan pada setiap orang tua untuk mendidik seorang anak secara kasar dan bahkan mengisyaratkan kepada setiap orang tua untuk menyiksa anaknya ? Silahkan anda cermati apa yang saya sampaikan dibawah ini:

Sirakh 30 : 1

“Barangsiapa cinta kepada anaknya menyediakan cambuk baginya, supaya akhirnya ia mendapatkan sukacita karenanya.”

 

Cambuk

Sirakh 30 : 12

“Tundukkanlah kuduknya di masa kecilnya, dan siksalah pinggangnya waktu masih kecil, kalau tidak ia menjadi degil dan tidak taat kepadamu.”

 

memukul anak

 

Apakah anda akan mempraktekkan ayat diatas kepada anak anda dengan menyiksa anak dengan cara dicambuk ? Setiap orang tua yang mencintai anaknya dan mengharapkan kebaikan kepada anaknya,maka orang tua yang bijak akan senantiasa berpikir ulang untuk melakukan hal itu meskipun ayat tersebut diklaim sebagai firman Tuhan.Sebab bagaimana orang tua akan mendapatkan sukacita,jika anak yang lahir kemuka bumi diperlakukan seperti itu ? Pada sirakh 30 : 1,tidak menjelaskan kepada kita pada usia berapa seorang anak diperlakukan oleh kedua orang tuanya seperti itu dan karena sebab apa hal itu dilakukan ?

Semua orang tua pasti sekali waktu merasa marah terhadap anaknya.Mengatasi perilaku anak memang bukan perkara mudah. Hanya dengan bilang “tidak” saja belum tentu dapat meredam sikap yang menjengkelkan tersebut. Dalam menghadapi sikap dan perilaku anak yang menyulitkan tersebut banyak orang tua yang lepas kendali sehingga mengatakan atau melakukan sesuatu yang membahayakan anak sehingga kemudian mereka sesali. Jika situasi ini sering berulang, hal ini yang dikatakan sebagai penyiksaan anak, baik secara fisik maupun mental.Sementara itu penyiksaan dan atau pengabaian yang dialami oleh anak dapat menimbulkan permasalahan di berbagai segi kehidupannya seperti:

Masalah Relational

  • Kesulitan menjalin dan membina hubungan atau pun persahabatan
  • Merasa kesepian
  • Kesulitan dalam membentuk hubungan yang harmonis
  • Sulit mempercayai diri sendiri dan orang lain
  • Menjalin hubungan yang tidak sehat, misalnya terlalu tergantung atau terlalu mandiri
  • Sulit membagi perhatian antara mengurus diri sendiri dengan mengurus orang lain
  • Mudah curiga, terlalu berhati-hati terhadap orang lain
  • Perilakunya tidak spontan
  • Kesulitan menyesuaikan diri
  • Lebih suka menyendiri dari pada bermain dengan kawan-kawannya
  • Suka memusuhi orang lain atau dimusuhi
  • Lebih suka menyendiri
  • Merasa takut menjalin hubungan secara fisik dengan orang lain
  • Sulit membuat komitmen
  • Terlalu bertanggung jawab atau justru menghindar dari tanggung jawab

Masalah Emosional

  • Merasa bersalah, malu
  • Menyimpan perasaan dendam
  • Depresi
  • Merasa takut ketularan gangguan mental yang dialami orang tua
  • Merasa takut masalah dirinya ketahuan kawannya yang lain
  • Tidak mampu mengekspresikan kemarahan secara konstruktif atau positif
  • Merasa bingung dengan identitasnya
  • Tidak mampu menghadapi kehidupan dengan segala masalahnya

Masalah Kognisi

  • Punya persepsi yang negatif terhadap kehidupan
  • Timbul pikiran negatif tentang diri sendiri yang diikuti oleh tindakan yang cenderung merugikan diri sendiri
  • Memberikan penilaian yang rendah terhadap kemampuan atau prestasi diri sendiri
  • Sulit berkonsentrasi dan menurunnya prestasi di sekolah
  • Memiliki citra diri yang negatif

Masalah Perilaku

  • Muncul perilaku berbohong, mencuri, bolos sekolah
  • Perbuatan kriminal atau kenakalan
  • Tidak mengurus diri sendiri dengan baik
  • Menunjukkan sikap dan perilaku yang tidak wajar, dibuat-buat untuk mencari perhatian
  • Muncul keluhan sulit tidur
  • Muncul perilaku seksual yang tidak wajar
  • Kecanduan obat bius, minuman keras, dsb
  • Muncul perilaku makan yang tidak normal, seperti anorexia atau bulimia

Anak itu bagaikan kertas putih,maka yang mengisi dari anak itu (pemikiran,watak,dan lain-lain) selain lingkungan sebenarnya pendidikan dari orang tuannyalah yang memberikan pengaruh yang besar dalam masa pertumbuhannya.Meskipun pendidikan dari orang tuanya baik,belum tentu dalam lingkungannya itu seorang anak akan baik pula.