Siapapun orangnya,jika barang yang dia miliki ternyata dirampas oleh orang lain maka orang yang dirampas tidak akan pernah mau menerima dan bahkan ada kemungkinan bahwa orang yang dirampas itu akan melakukan perlawanan kepada perampas barangnya itu demi mempertahankan hak atas barang yang dirampas tersebut.Sebab barang rampasan,sesungguhnya hal itu termasuk barang yang haram.Haram karena barang tersebut merupakan barang yang menjadi milik orang lain yang dianggap sebagai milik perampas tersebut.

Saya yakin,siapapun orangnya dan apapun agamanya (kepercayaannya) tidak akan pernah membenarkan perampasan meskipun dengan tujuan apapun.Tapi bagaimanakah jika barang berharga anda ternyata dirampas oleh orang lain,yang perampasan tersebut atas nama Tuhan? Saya yakin,siapapun pasti menolak dan bahkan akan melawan perampas itu meskipun atas nama Tuhan maupun atas suruhan Tuhan.Ternyata perampasan atas nama Tuhan dikisahkan dalam injil,padahal pada alkitab banyak sekali ayat-ayat yang melarang untuk merampas/merampok barang orang lain.

Kisah tersebut bisa anda baca pada Lukas 19 : 29 – 36

Ketika Ia telah dekat Betfage dan Betania, yang terletak di gunung yang bernama Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya dengan pesan: “Pergilah ke kampung yang di depanmu itu: Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan mendapati seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah ke mari.Dan jika ada orang bertanya kepadamu: Mengapa kamu melepaskannya? jawablah begini: Tuhan memerlukannya.” Lalu pergilah mereka yang disuruh itu, dan mereka mendapati segala sesuatu seperti yang telah dikatakan Yesus.Ketika mereka melepaskan keledai itu, berkatalah orang yang empunya keledai itu: “Mengapa kamu melepaskan keledai itu?” Kata mereka: “Tuhan memerlukannya.” Mereka membawa keledai itu kepada Yesus, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka dan menolong Yesus naik ke atasnya.Dan sementara Yesus mengendarai keledai itu mereka menghamparkan pakaiannya di jalan.

 

Sungguh ironis,perampasan keledai itu dilakukan atas nama Tuhan dan setelah keledai itu dirampasnya ternyata keledai tersebut digunakan oleh yesus.Jika yesus itu Tuhan,bukankah jika Tuhan menginginkan sesuatu tinggal mengatakan “jadi” maka yang diinginkannya pun akan ada sesuai dengan keinginannya (baca Kejadian pada pasal 1 tentang penciptaan alam semesta) dan tidak perlu melakukan perampasan atas barang orang lain? Jika kisah tersebut benar sesuai dengan apa yang dikisahkan,berarti kejadian itu bisa dikatakan bahwa “telah terjadi perampasan yang dilakukan oleh Tuhan kepada makhluknya demi seekor keledai.”

Padahal dalam alkitab sangat jelas sekali tentang larangan merampas,seperti pada Ams 22:22,Im 19:13,Yer 22:3.Dan secara daya nalar yang kita miliki pun secara wajar akan muncul pertanyaan : apakah pantas Tuhan merampas kepada makhluknya demi sesuatu yang sepele ? Dimanakah kekuasaan dan kehendak Tuhan atas sesuatu yang diinginkannya itu ?