Dalam ajaran Kristen,banyak kisah-kisah yang menceritakan tentang masalah percintaan.Kisah tersebut berisi kalimat yang sangat vulgar dan tidak pantas (tidak sopan) bila dibaca oleh anak yang masih dibawah umur.Tapi anehnya,kalimat tersebut diklaim sebagai firman Tuhan.Kisah tentang percintaan tersebut tidaklah pantas untuk dianggap sebagai firman Tuhan,sebab kalimat tersebut jika dibaca khususnya oleh anak yang dibawah umur bisa mempengaruhi efek psikologis dan juga sosiologisnya.Karena alasan tersebut,ayat-ayat itu tidak pernah dibacakan dalam kebaktian di gereja dan tidak akan pernah ada orang Kristen baik pastor, pendeta atau orang-orang awam yang mau menghafalkan atau menjadikan ayat-ayat tersebut sebagai hujjahnya dalam berdebat.Padahal ayat-ayat tersebut diklaim sebagai ayat-ayat suci dan entah apa alasannya,ayat-ayat tersebut diklaim sebagai ayat suci oleh orang-orang Kristen.

Saya harap,yang membaca tentang pembahasan ini adalah orang yang sudah dewasa dan memang mampu menahan hasratnya bercintanya.

KIDUNG AGUNG

Pasal 1 ayat 2

“Kiranya ia mencium aku dengan kecupan! Karena cintamu lebih nikmat dari pada anggur.”

Pasal 1 ayat 13

“Bagiku kekasihku bagaikan sebungkus mur, tersisip di antara buah dadaku.”

Pasal 2 ayat 6

“Tangan kirinya ada di bawah kepalaku, tangan kanannya memeluk aku.”

Pasal 4 ayat 3

“Bagaikan seutas pita kirmizi bibirmu, dan elok mulutmu. Bagaikan belahan buah delima pelipismu di balik telekungmu.”

Pasal 4 ayat 5

“Seperti dua anak rusa buah dadamu, seperti anak kembar kijang yang tengah makan rumput di tengah-tengah bunga bakung.”

Pasal 7 ayat 2 – 3

“Pusarmu seperti cawan yang bulat, yang tak kekurangan anggur campur. Perutmu timbunan gandum, berpagar bunga-bunga bakung. Seperti dua anak rusa buah dadamu, seperti anak kembar kijang.”

Pasal 7 ayat 7 – 8

“Sosok tubuhmu seumpama pohon korma dan buah dadamu gugusannya.Kataku: “Aku ingin memanjat pohon korma itu dan memegang gugusan-gugusannya Kiranya buah dadamu seperti gugusan anggur dan nafas hidungmu seperti buah apel.”

Pasal 8 ayat 1

“O, seandainya engkau saudaraku laki-laki, yang menyusu pada buah dada ibuku, akan kucium engkau bila kujumpai di luar, karena tak ada orang yang akan menghina aku!”

Pasal 8 ayat 8

“Kami mempunyai seorang adik perempuan, yang belum mempunyai buah dada. Apakah yang akan kami perbuat dengan adik perempuan kami pada hari ia dipinang?”

Ayat-ayat yang sudah diperhalus tersebut, masih saja terasa vulgar, bagaimana jika ayat-ayat tersebut diterjemahkan apa adanya seperti bahasa aslinya ? tentu jauh lebih vulgar dan lebih membangkitkan gairah. Semestinya, kalau ayat-ayat itu diklaim sebagai ayat-ayat suci, maka tidak diperlukan lagi usaha untuk memperhalus bahasanya, biarkan saja seperti bahasa aslinya.Bukankah ayat-ayat suci itu firman Tuhan, bukankah firman Tuhan akan hilang kesuciannya kalau ayat-ayat tersebut dirubah-rubah, ditambah, dikurangi atau direvisi ?

Pada kidung agung 1:1,disana disampaikan bahwa kidung itu dari salomo.Tapi adakah kejelasan dari sejarah,yang menceritakan tentang maksud dan tujuan yang disampaikan salomo atas kidung agung yang telah dibuatnya itu ? Saya bisa memastikan,bahwa tidak ada naskah atau apapun dalam sejarah yang mengungkapkan tanpa adanya asumsi atau perkiraan atas maksud dan tujuan salomo membuat kidung agung ? Tapi bagi orang-orang Kristen yang sempit pemikirannya,jika pembahasan itu di angkat dalam sebuah diskusi maka orang Kristen akan menganggap bahwa orang yang mengangkat pembahasan tentang hal itu dianggap sebagai orang yang kotor pemikirannya.Pendeskreditan itu,saya kira sebuah alasan klasik yang tidak beralasan.

KISAH YANG BISA SAJA TERJADI

Guru Bahasa Indonesia,Sekolah Dasar (Guru) :

“Anak-anak,siapakah diantara kalian yang mau membacakan puisi didepan kelas ? puisinya tentang apa saja dan terserah kalian”

Yosafat,murid sekolah dasar (yos) :

Saya bu! (sambil mengacungkan tangannya)

Guru: “Ya,silahkan yosafat maju kedepan”

Yos (dengan lugunya,dia membawa kertas dan langsung membacakannya dihadapan guru dan teman-temannya) :

“Kidung Agung dari salomo “

 “Kiranya ia mencium aku dengan kecupan! Karena cintamu lebih nikmat dari pada anggur.”

 “Bagiku kekasihku bagaikan sebungkus mur, tersisip di antara buah dadaku.”

 “Tangan kirinya ada di bawah kepalaku, tangan kanannya memeluk aku.”

 “Bagaikan seutas pita kirmizi bibirmu, dan elok mulutmu. Bagaikan belahan buah delima pelipismu di balik telekungmu.”

 “Seperti dua anak rusa buah dadamu, seperti anak kembar kijang yang tengah makan rumput di tengah-tengah bunga bakung.”

 “Pusarmu seperti cawan yang bulat, yang tak kekurangan anggur campur. Perutmu timbunan gandum, berpagar bunga-bunga bakung. Seperti dua anak rusa buah dadamu, seperti anak kembar kijang.”

 “Sosok tubuhmu seumpama pohon korma dan buah dadamu gugusannya.Kataku: “Aku ingin memanjat pohon korma itu dan memegang gugusan-gugusannya Kiranya buah dadamu seperti gugusan anggur dan nafas hidungmu seperti buah apel.”

 “O, seandainya engkau saudaraku laki-laki, yang menyusu pada buah dada ibuku, akan kucium engkau bila kujumpai di luar, karena tak ada orang yang akan menghina aku!”

 “Kami mempunyai seorang adik perempuan, yang belum mempunyai buah dada. Apakah yang akan kami perbuat dengan adik perempuan kami pada hari ia dipinang?”

Guru : “Puisi itu dari mana kamu dapatkan,yos?”

Yos : “Saya cuma menyalin dari kidung agung yang ada pada alkitab,bu.”

Guru : “Meskipun dari alkitab,tetap saja kamu tidak boleh membaca yang seperti itu.”

Yos : “Memangnya kenapa bu ?! (sambil mengkerutkan keningnya,karena keheranan).”

Guru : “Apa yang barusan kamu baca itu,belum pantas dibaca oleh anak seusia kamu”

Yos : “Bukankah alkitab itu boleh dibaca oleh siapapun,bu ?! “

Guru: “Memang betul,alkitab bisa dibaca oleh siapapun.Tetapi karena vulgar dan tidak sopan atas kalimat itulah yang membuat ibu melarang kamu untuk membacanya sebab anak seusia kamu belum pantas untuk membaca yang seperti itu dan hal itu bukanlah dunia kamu.”

Komenter – komentar dari Pihak Kristen Sendiri

1. George Bernard Shaw
Budayawan dan Kritikus Kaliber International dan pemenang Nobel tahun 1925, dia berpendapat :
“Alkitab adalah kitab yang paling berbahaya di muka bumi, simpanlah kitab ini di laci dan kuncilah”

2. The Plain Truth, Oktober 1977
“Membacakan cerita-cerita dari Injil kepada anak-anak bisa membuka kesempatan untuk mendiskusikan moral seks. Kitab Injil yang belum dibersihkan pasti mendapat rating X dari badan sensor”

3. Majalah Time 31 Maret 2001
“Alkitab merupakan kitab orang dewasa yang penuh sekali dengan erotisme”

4. Romo Don Bruno Maggioni
“Alkitab adalah sebuah karangan untuk orang dewasa. Bukan hanya karena-halaman seksualnya tetapi karena jenis masalah yang muncul di seputar seks manusia”

Menurut kamu :

  1. apakah pantas ayat-ayat tersebut yang membangkitkan gairah dimasukkan sebagai ayat-ayat suci ?
  2. Hikmah apa yang dapat diambil dari ayat-ayat tersebut ?
  3. Bisakah anda bayangkan,apa yang akan terjadi jika anak,adik atau keponakanmu membacakan kalimat seperti itu didepan guru SD nya ?