2 Raja-Raja 1 ayat 17.

Silahkan anda perhatikan pada kalimat yang sudah saya warnai.

-Pada I_BIS (yang diwarnai dengan garis merah) yang mengikuti terjemahan kuno,disana bertuliskan sebagai berikut :

“,,,saudaranya”.

Tetapi pada I_BIS yang sesudah kalimat “,,,saudaraku”, disana disertai catatan kaki (yang ditandai dengan garis hijau) diberi keterangan sebagai berikut: “(dalam beberapa terjemahan kuno tertulis saudaranya;dalam naskah ibrani tidak terdapat kata itu)”

-Pada I_FAYH (yang diwarnai dengan garis biru), kalimatnya bukanlah saudaranya tetapi bertuliskan “saudara laki-lakinya”.

-Tapi pada I_ENDE dan I_TB,tidak ada keterangan tertulis yang menyatakan bahwa yoram adalah saudaranya ataupun saudara laki-lakinya Ahazia dan menurut saya I_ENDE dan I_TB tersebut mengikuti terjemahan dari ibrani.

Pada I_BIS diberitakan bahwa yoram adalah saudaranya ahazia,tanpa memberikan kejelasan apakah yoram itu adalah saudara laki-laki ataukah bukan.Sedangkan pada I_FAYH,dijelaskan bahwa yoram adalah saudara laki-lakinya.Tetapi pada I_ENDE dan I_TB,tidak ada keterangan yang ditulis sama sekali yang menjelaskan tentang siapakah yoram itu atas ahazia.

APAKAH LAYAK,JIKA ALKITAB ADALAH FIRMAN TUHAN TERJADI PENGHILANGAN DAN PENAMBAHAN SUATU KALIMAT SEMAUNYA ?

APAKAH PENAMBAHAN DAN PENGURANGAN YANG TERJADI TERSEBUT,PENULIS RAJA-RAJA MEMANG MENDAPATKAN BANTUAN ATAUPUN BIMBINGAN DARI ROH KUDUS ?