Yos 13 ayat 3 bag 1.

Perhatikan kalimat dari gambar diatas yang telah diberi warna.

Pada I_BIS  yos 13 ayat 3 (kalimat yang diberi warna merah),disana bertuliskan:

“(Daerah dari Sungai Sikhor di perbatasan Mesir sampai ke perbatasan Ekron di sebelah utara, seluruhnya itu terhitung daerah bangsa Kanaan; dan raja-raja Filistin tinggal di Gaza, Asdod, Askelon, Gat dan Ekron.)”

Kalimat yang diberi kurung,merupakan kalimat tambahan yang mempunyai makna sebagai penjelas atas kalimat utama yang dimaksud dan bukan asli (kalimat utama).Jadi,pada I_BIS  yos 13 ayat 3,kalimat sebenarnya hanya sampai : “ dan seluruh wilayah Awi kea rah selatan.” saja dan tidak ada kalimat: “(Daerah dari Sungai Sikhor di perbatasan Mesir sampai ke perbatasan Ekron di sebelah utara, seluruhnya itu terhitung daerah bangsa Kanaan; dan raja-raja Filistin tinggal di Gaza, Asdod, Askelon, Gat dan Ekron.)”

Hal itu pun sama seperti halnya pada I_BIS yos 13 ayat 4 (kalimat yang diberi warna biru),yang  disana bertuliskan: “(milik bangsa Sidon)”.

Perhatikan pula pada I_ENDE (kalimat yang diberi tanda warna hijau) dari ayat 3 terakhir sampai awal ayat 4, disana bertuliskan kalimat sebagai berikut:

 “(Kelima wali Felesjet, jakni dari ‘Aza, Asjdod, Asjkalon, Gat, ‘Ekron; orang2 ‘Awi.4  disebelah selatannja.)”

Pada I_ENDE (kalimat yang diberi tanda warna hijau) terdapat kalimat tambahan,tetapi kalimat tambahan itu terjadi pada ayat 3 terakhir sampai awal ayat 4.

Jadi seharusnya,kalimat dari yos 13 ayat 3 tertulis sebagai berikut:

“mulai dari terusan disebelah timur Mesir sampai kedjadjahan ‘Ekron disebelah utara, jang dianggap termasuk negeri Kena’an;”

Dan begitu pun pada ayat 4,seharusnya bertuliskan:

“seluruh negeri orang2 Kena’an dan Me’ora, kepunjaan orang2 Sidon, sampai ke Afek, djadi sampai keperbatasan orang2 Amor;”

 

Apapun kalimatnya,jika hal tersebut merupakan firman Tuhan maka akan jauh dan bebas dari kalimat tambahan.Menurut anda,siapakah yang menyebabkan adanya kalimat tambahan tersebut,apakah Tuhan ataukah manusia?Lalu siapakah yang patut kita persalahkan yang sudah seenaknya menambahkan dan mengurangi kalimat yang ada (jika memang hal itu dianggap sebagai firman Tuhan) ?